BUDIDAYA ARTEMIA PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 2, Pages: Preview Full text.

Author:Talar Bagami
Country:El Salvador
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):11 November 2015
Pages:269
PDF File Size:3.60 Mb
ePub File Size:13.11 Mb
ISBN:800-6-27071-877-8
Downloads:53545
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mekazahn



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form.

Report DMCA. Home current Explore. Words: 2, Pages: Preview Full text. Latar Belakang Artemia merupakan salah satu makanan hidup yang sampai saat ini paling banyak digunakan dalam usaha budidaya udang, khususnya dalam pengelolaan pembenihan. Sebagai makanan hidup, Artemia tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk nauplius, tetapi juga dalam bentuk dewasanya. Selain itu kualitas protein Artemia dewasa juga meningkat, karena lebih kaya akan asam-asam amino essensial.

Demikian pula jika dibandingkan dengan makanan udang lainnya, keunggulan Artemia dewasa tidak hanya pada nilai nutrisinya, tetapi juga karena mempunyai kerangka luar eksoskeleton yang sanga tipis,sehingga dapat dicerna seluruhnya oleh hewan pemangsa.

Melihat keunggulan nutrisi Artemia dewasa dibandingkan dengan naupliusnya dan juga jenis makanan lainnya, maka Artemia dewasa merupakan makanan udang yang sangat baikjika digunakan sebagai makanan hidup maupun sumber protein utama makanan buatan.

Untuk itulah kultur massal Artemia memegang peranan sangat penting dan dapat dijadikan usaha industri tersendiri dalam kaitannya dengan suplai makanan hidup maupun bahan dasar utama makanan buatan. Untuk dapat diperoleh biomassa Artemia dalam jumlah cukup banyak, harus dilakukan kultur terlebih dahulu.

Produksi biomassa Artemia dapat dilakukan secara ekstensif pada tambak bersalinitas cukup tinggi yang sekaligus memproduksi Cyst kista dan dapat dilakukan secara terkendali pada bak-bak dalam kultur massal ini. Kista tersebut diduga berusia sekitar lebih dari Setelah diuji, ternyata kista-kista tersebutvmasih bias menetas walaupun usianya Anonymous, Beberapa sifat artemia yang menunjang antara lain : a Mudah dalam penanganan, karena tahan dalam bentuk kista untuk waktu yang lama b Mudah berada ptasi dalam kisaran salinitas lingkungan yang lebar.

Artemia sangat mudah untuk ditetaskan menjadi larva sampai dewasa, tapi harga artemia sangat mahal bagi pembudidaya ikan maupun udang. Biasanya artemia diberikan pada ikan pada saat ikan berumur hari. Anonymous, Gambar 1. Selain itu juga sebagai bahan informasi bagi para pembudidaya ikan dan udang untuk mengetahui pakan alami yang baik diberikan untuk ikan maupun udang yang akan dibudidayakan. Beberapa sifat artemia yang menunjang antara lain : a Mudah dalam penanganan, karena tahan dalam bentuk kista untuk waktu yang lama.

Setelah jam pada suhu 25 derajat celcius kista akan menetas menjadi embrio. Dalam waktu beberapa jam embrio ini masih akan tetap menempel pada kulit kista.

Pada fase ini embrio akan tetap menyelesaikan perkembanganya kemudian berubah menjadi naupli yang akan bisa berenang bebas. Pada awalnya naupli aka berwarna orange kecoklatan akibat masih mengandung kuning telur. Artemia yang baru menetas tidak akan makan, karena mulut dan anusnya belum terbentuk dengan sempurna. Setelah 12 jam mereka akan ganti kulit dan memasuki tahap larva kedua. Dalam fase ini mereka akan mulai makan, dengan pakan berupa mikro alga, bakteri, dan detritus organic lainya.

Pada dasarnya mereka tidak akan peduli tidak memilih jenis pakan yang dikonsumsinya selama bahan tersebut tersedia dalam air dengan ukuran yang sesuai. Naupli akan berganti kulit sebanyak 15 kali sebelum menjadi dewasa dalam kurun waktu. Artemia dewasa rata-rata berukuran sekitar 8 cm, meskipun demikian pada kondisi yang tepat mereka dapat mencapai ukuran sampai dengan 20 mm. Gambar 1. Selama masa hidupnya sekitar 50 hari mereka bisa memproduksi naupli rata-rata sebanyak kali.

Dalam kondisi super ideal, Artemia dewasa bisa hidup selama 3 bulan dan memproduksi naupli atau kista sebanyak ekor butir per 4 hari. Kista akan terbentuk apabila lingkungnya berubah menjadi sangat salin dan bahan pakan sangat kurang dengan fluktuasi oksigen sangat tinggi antara siang dan malam.

Artemia dewasa toleran terhadap selang derajat hingga 40 derajat.. Meskipun demikian hal ini akan ditentukan oleh strain masing-masing.

Artemia menghendaki kadar salinitas antara ppt, dan mereka dapat hidup dalam air tawar selama 5 jam sebelum akhirnya mati. Variable lain yang penting adalah pH, cahaya, dan oksigen. Cahaya minimal diperlukan dalam proses penetasan dan akan sangat menguntungkan bagi perumbuhan mereka. Lampu standar grow-lite sudah cukup untuk keperluan hidup Artemia.

Kadar oksigen harus dijaga dengan baik untuk pertumbuhan artemia. Artemia dengan supply oksigen yang baik, Artemia akan berwarna kuning atau merah jambu. Warna ini bisa berubah menjadi kehijauan apabila mereka banyak mengkonsumsi mikro algae. Sehingga supply Artemia untuk ikan yang kita pelihara bisa terus berlanjut secara kontinyu. Apabila kadar oksigen dalam air rendah dan air banyak mengandung bahan organic, atau apabila salinitas meningkat, artemia akan memakan bacteria, detritus, dan sel-sel kamir yeast.

Pada kondisi demikian mereka akan berwarna merah atau orange. Apabila keadaan ini terus berlanjut mereka akan mulai memproduksi kista. Anonymous, Desain dan konstruksi Tambak Petakan tambak untuk budidaya artemia umumnya terdiri atas 4 fungsi, yaitu petakan reservoir, evaporasi, distribusi dan petakan budidaya. Selain itu ada pula petak kultur plankton sebagai pelengkap. Petakan reservoir ada dua, petakan reservoir 1 sedalam 60 — cm untuk menampung air laut dengan salinitas 30 — 35 permil, sedangkan petakan reservoir 2 sebagai penampung air bersalinitas tinggi 80 — permil dari petak evaporasi untuk kemudian dialirkan kedalam petakan distribusi.

Petakan evaporasi dibuat dangkal kedalaman 5 — 7 cm dengan dasar petakan rata, padat dan miring kesalah satu sisi. Hal ini untuk mempermudah proses evaporasi dan mempercepat aliran air. Dalam petakan ini diharapkan salinitas meningkat sampai dengan permil atau lebih. Petakan budidaya merupakan petakanpetakan seluas masing-masing 1. Pada petakan budidaya inilah kegiatan produksi kista artemia dilakukan dengan memanfaatkan sifat reproduksi ovivar.

Dijen Perikanan, 1. Pengelolaan Budidaya Persiapan tambak dilakukan dengan maksud menghindari adanya kebocoran pematang dan untuk penyediaan pakan alami fitoplankton.

Kegiatan persiapan tambak terdiri atas : 1. Pengeringan dasar dan pemadatan pematang 2. Pemupukan dasar dengan pupuk organik 1. Pengisian air salinitas tinggi hingga kedalaman mencapai 40 cm. Pemberantasan hama dengan saponin ppm. Penetasan Nauplii artemia yang ditebarkan berasal dari kista yang telah diteteskan dengan cara dekapsulasi. Dirjen Perikanan, Lama pemeliharaan tergantung pada ukuran Artemia yang dikehendaki.

Jika Artemia digunakan sebagai makanan juvenil udang, maka lama pemeliharaan sekitar 7 hari, sedangkan jika digunakan sebagai makanan udang dewasa maupun untuk diproses sebagai bahan baku makanan buatan, maka lama pemeliharaan sekurang-kurangnya 15 hari. Makanan yang diberikan dapat berupa makanan buatan maupun makanan hidup atau plankton. Makanan buatan yang memberikan hasil cukup baik dan mudah didapat adalah dedak halus. Cara pemberiannya harus disaring terlebih dahulu dengan saringan 60 mikron.

Sedangkan plankton yang dapat digunakan sebagai makanan. Artemia adalah jenis plankton yang juga digunakan sebagai makanan larva udang, seperti Tetraselmis sp, Chaetoceros sp, Skeletonema sp. Oleh karena itu kultur Artemia dengan plankton sebagai makanan alami lebih mudah dilakukan dalam suatu unit usaha pembenihan udang. Sri Umiyati Sumeru 1. Kista yang telah dilepaskan dan mengumpul di tepi petakan, dipanen dengan menggunakan seser dari bahan nilon berukuran mata mikron.

Pemanenan dapat dilakukan setiap hari, kista hasil pemanenan tersebut direndam dalam air bersalinitas tinggi selama beberapa jam, kemudian dibersihkan untuk tujuan pengeringan. Dirjen Perikanan, 1. Untuk pencucian dan pembersihan dari kotoran, kista artemia dilewatkan tiga seri saringan bermata ; dan mikron. Saringan mikron ditujukan untuk memisahkan kotoran berukuran besar, sedangkan saringan mikron untuk kotoran yang lebih kecil. Pencucian tersebut dapat dilakukan di lapangan sehingga kotoran yang berukuran lebih dari mikron dan kurang dari mikron dapat terbuang.

Pencucian kemudian dilanjutkan dengan merendam kista artemia dalam larutan garam jenuh untuk membersihkan dari kotoran yang masih tinggal. Kotoran yang tertinggal biasanya lumpur akan tenggelam, sementara kista artemia mengapung dalam larutan larutan garam, sehinggga mudah memisahkannya. Kista artemia kemudian disimpan dengan cara merendamnya dalam larutan garam jenuh yang bersih salinitas permil. Pada tahap ini, kista artemia akan terdehidrasi, yaitu mengganti sisa air dengan air garam.

Setelah 24 jam, air garam diganti dan kista dapat disimpan selama sebulan. Disarankan, air garam diganti setelah dua minggu, dan kista diaduk beberapa kali selama penyimpanan. Untuk tujuan yang tidak terlalu jauh , artemia dapat didistribusikan secara basah dalam larutan garam jenuh seperti ini.

Pengepakan dapat dilakukan secara sederhana menggunakan kantong plastic kapasitas 1 kg. Setelah kista dimasukkan kedalam kantong, udara dalam kantong dikeluarkan dengan cara meremasnya keluar, kemudian kantong diikat erat dengan karet.

Kantong plastik dirangkap dengan cara yang sama. PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang kami dapatkan dari makalah yang kami susun ini yaitu bahwa budidaya Artemia dikalangan para pembudidaya harus ditingkatkan lagi sebab permintaan akan Artemia sangat tinggi. Budidaya Artemia hanya bisa dilaksanakan pada lahan yang mengandung kadar garam yang tinggi antara ppt selain itu juga pH, cahaya, dan oksigen antara Budidaya Artemia harus dilaksanakan secara intensif.

Saran Dalam malakukan budidaya artemia harus secra intensif dan harus memperhatikan prosedur budidaya. Semoga makalah ini bermnafaat dan bisa diterapkan oleh pembudidaya Artemia. Diakses tanggal 15 November, Anonymous, b.

BHAI GURDAS JI KABIT STEEK PDF

Increasing quantity and quality of Artemia franciscana cysts after exposing fish silage

Skip to search form Skip to main content You are currently offline. Some features of the site may not work correctly. DOI: The objective of this research was to know the optimum salinity changes to improve quantity and quality of cyst produced by Artemia. This experiment used completely randomized factorial design. Factor a was salinities changes at day-9 A and day B of culture.

GABRIELI JUBILATE DEO PDF

Budidaya Artemia

.

Related Articles